Di dunia ini, sesuatu yang indah tak selalu diawali dengan senyuman. Terkadang, isak tangis pun bisa menjadi prolog yang sempurna. Kita selalu berharap akan mendapatkan epilog yang sempurna pula, sebuah endless happy ending, bukan sad ending, dan hal itu menuntut kebahagiaan yang abadi,--loh.. bukannya nggak ada yang abadi?--kenapa harus abadi? Aku juga tak mengerti..
Yang ku ketahui, sesuatu yang indah itu akan hadir di saat dan dengan cara yang indah pula. Saat bunga-bunga bermekaran, dan saat kupu-kupu beterbangan melintasi taman yang indah. Mungkin ia akan datang membawa cerita tentang kebahagiaan, tentang oasis di tengah gurun pasir, tentang sekumpulan ternak di tengah padang rumput yang hijau membentang, tentang gemericik air sungai yang mengalir riang, dan awan putih yang berarak di langit biru. Sesuatu yang indah itu akan mengusir segala mimpi buruk, dan menyingkirkan batu kerikil yang menghalangi jalannya. Dan ia akan hadir dengan senyuman yang terindah...
Minggu, 17 Mei 2009
Jumat, 15 Mei 2009
Masa Laluku,,
Mataku telah terpejam, namun bayangan itu tampak nyata, seperti saat ku terjaga. Meskipun yang ku lihat saat itu hanyalah siluet dirinya, yang selalu mengabur dalam gemerisik rintik hujan, dan mulai terganti oleh bayangan lain. Mataku masih terpejam, ketika semua terlepas dari ingatanku, dan terusik oleh bayangan lain yang lebih kuat mencengkeram jiwaku. Aku lelah... Semua itu hadir dalam ingatanku, dan kembali menghantuiku. Menari-nari, berputar-putar, dan berlarian dalam benakku. Aku tak peduli, 'kan kubiarkan ia meraja. Namun tak kan selamanya, Karena ia masa laluku...
Langganan:
Postingan (Atom)
